Showing posts with label Unique in Belitong. Show all posts
Showing posts with label Unique in Belitong. Show all posts

Video Buaya sangat besar di Sungai Dukong di Belitong

Masih ingat foto buaya besar di awal Film Laskar Pelangi, di foto tersebut merupakan buaya beberapa puluh tahun yang lalu, video ini merupakan nyata Buaya yang sedang berenang di salah satu sungai di Pulau Belitong. Masih banyak terdapat buaya yang berukuran super duper besar di Belitong. Tidak kalah dengan buaya legendaris Gustave di Afrika, di Belitong juga ada. Buktikan sendiri.

Makam Raja Balok Ki Gede Yakob Cakraningrat 1

Saat Belitong Store melewati daerah Dendang, kami menyempatkan diri untuk berkunjung ke pemakaman Raja Balok untuk menambah pengetahuan kita tentang sejarah yang ada di Belitong

Pelabuhan pertama yang ada di Pulau Belitong adalah Pelabuhan Dendang. Tahun 1668 seorang berkebangsaan Belanda bernama Jan de Harde Kapalnya melewati teluk Balok lalu menuju muara hingga merapat di kerajaan Balok. Jan De Harde mencatat adanya rumah adat atau rumah balai di kerajaan Balok.

Kini puing-puing dari sisa peninggalan kerajaan dimasa Ki Gede Yakob Cakraningrat 1 tersebut tidak tersisa yang ada hanyalah Pelabuhan Dendang yang menjadi saksi bisu. untuk mengenang kembali Raja Balok dan menggali kembali memori masalalu. Pengaloran keluarga Besar Cangkraningrat garis keturunan Raja balok ini masih menziarahi makam Raja mereka. Keluarga besar ini masih peduli akan warisan leluhur mereka yang mesti dijaga sebagai perwujudan dari Budaya sejarah pulau Belitung yang mesti dilestarikan dan diwariskan ke generasi berikutnya agar tidak lenyap ditelan waktu.

Ikan Kerapu Monster di Pulau Belitong berhasil ditangkap


Ikan Kerapu MONSTER kembali di tangkap SAMSON cs, setelah sempat menggegerkan masyarakat Tanjungpandan dengan tangkapan Kerapu raksasa seberat 225 kg beberapa bulan lalu, kini Samson berhasil menangkap ikan sejenis seberat 154 kg

Kerapu Bakau Raksasa ini berhasil ditangkapSamson bersama tiga orang rekannya yakni Diman, Riki dan Tegar diseputaran perairan Pulau Seliu, Rabu (10 November 2010) lalu. Saat itu Samson bersama teman-temannya berangkat dari Pelabuhan Tanjungpandan dan Selasa sore (9/11) berbekal peralatan tangkap menuju lokasi perairan Seliu.

Buaya Legendaris "GUSTAVE" ada Juga di BELITONG seperti di Film LASKAR PELANGI

Masih Ingat?
Lintang, anak jenius dari Gantong pada Film Laskar Pelangi, setiap hari selalu menunggu buaya lewat menyeberang saat hendak berangkat sekolah ke Manggar.
BUAYA pada cerita Novel maupun Film Laskar Pelangi ini merupakan bagian dari kehidupan Sungai maupun Danau (Kulong) di Pulau Belitong.

April 2010, kabar buaya sering muncul di Sungai Lenggang – Gantong sudah lama beredar dari mulut ke mulut. Beberapa warga mengaku pernah melihat buaya Sungai Lenggang menepi ke daratan.

"Sudah cukup lama kami tinggal di sini, baru kali ini sekitar satu bulan ini buaya dari sungai itu muncul di pinggir sungai bahkan sempat ke naik darat. Ada yang melihat di antara selasela perahu. Kami di sini jadi khawatir, terutama anakanak kecil yang biasa main di pinggir sungai," ungkap Ny Ida.

Antu Bubu (Hantu Bubu) - Budaya Laut Belitong

Yang tak dapat dimungkiri dari beragamnya budaya laut adalah dikenal dan diakuinya unsur-unsur magis dalam keseharian masyarakat yang kemudian dijadikan atraksi seni, seperti Antu Bubu. Antu Bubu adalah permainan menggunakan ilmu hitam dengan peralatan bubu yang diisi roh halus.

Bubu adalah alat penangkap ikan, dibuat dari bilah bambu yang disatukan dengan anyaman tali hingga berbentuk silinder berdiameter 30 sentimeter. Panjang bubu beragam, ada yang 50 sentimeter, ada pula yang hingga 2 meter.
 
Untuk permainan Antu Bubu, bubu dipasangi “kepala” dari batok kelapa, lantas diselimuti kain kafan, baru kemudian ujung atas kafan diikat. Seorang pawang membaca mantera sambil menaburkan kemenyan ke atas pedupaan, mengasapkannya ke sekeliling bubu untuk meminta roh masuk ke dalam bubu. Begitu pawang memberi isyarat permainan dapat dimulai, lawan yang sudah siap dengan bertelanjang dada/ bersinglet mulai melawan bubu yang sudah berpenghuni ini.

Antu Bubu dimainkan di hari kedua festival , tepat malam Jumat, di pasir pantai Tanjongpendam. Di tengah lingkaran penonton, seorang laki-laki bergelut dengan bubu. Berguling-guling, kadang dia seperti dibanting, ada kalanya laki-laki ini sanggup berdiri, tak lama, terjatuh lagi, berguling lagi. Penonton senyap.
Pemain pertama kalah setelah permainan berjalan 5 menit. Dia kerasukan, badannya mengejang, dan dibawa ke pinggir lapangan untuk disadarkan. Pemain kedua dinyatakan kalah akibat kelelahan setelah lebih dari 10 menit bubu tak juga dapat ditegakkan dan jalinan bubu koyak. Bisa menegakkan bubu adalah tanda pemain menang, dan hantu bubu dapat dikalahkan.

Pak Geridi, 56 tahun, adalah pawang Antu Bubu. Ilmu yang berasal dari kakeknya lantas diturunkan ke ayahnya, dan sekarang dialah satu-satunya di Belitong, bahkan mungkin di dunia, yang menguasai ilmu Antu Bubu. Ilmu ini sekarang sedang dia ajarkan ke puteranya, tak dibagi ke orang lain.
 
Cerita Pak Geridi tentang asal muasal permainan ini, di tahun 1970, seseorang meletakkan bubu di sungai. Setelah sepekan, dia datang lagi untuk menengok berapa ikan yang berhasil masuk perangkap bubu. Sampai di sungai, laki-laki ini mati tanpa sebab, dan rohnya jadi penghuni bubu, karena itu disebut antu bubu (hantu bubu). Mulai tahun 1971, kakeknya menjadikan Antu Bubu sebuah tontonan.

Karena menggunakan ilmu hitam, beragam syarat harus dipenuhi untuk memainkan Antu Bubu. Untuk menyebut beberapa, Pak Geridi harus berpuasa mutih selama 21 hari, bambu untuk bubu hanya boleh diambil dari bambu yang terdampar di pantai dengan posisi tidak sejajar dengan garis pantai, dan harus menggunakan kafan bekas alas jenazah. “Kalau pakai kafan baru, masih di rumah saja, belum dibawa ke tempat pertunjukan, dia sudah bergerak-gerak,” kata Pak Geridi, usai permainan. Dia sudah membawa Antu Bubu ke kota-kota di Sumatera dan Jawa, mengenalkannya sebagai permainan khas Belitong.
sumber : http://galikano.multiply.com

BATU METEORITE / TEKTITE DARI BELITONG

Batu Satam, Empedu Pasir dari Belitong nan Unik.
Batu satam yang berasal dari bahasa Cina yang berarti empedu pasir memang berasal dari meteor. Walaupun telah bergesekan dengan atmosfir bumi, batu-batu ini kemudian jatuh ke beberapa belahan bumi, seperti Arab, Australia, daerah sekitar Solo (Jawa Tengah), dan Pulau Belitung.

Berdasarkan penelitian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Batu Bara, Departmen Sumber Daya Mineral, dalam batu Satam ditemukan kandungan unsur kimia seperti SiO2, A12O3, unsur kimia tak terdeteksi seperti MgO dan K2O. Batu berwarna hitam ini memiliki ukiran-ukiran indah akibat proses alam, tergesek oleh air tanah di kedalaman 50 m dan ditemukan secara tidak sengaja dalam kegiatan penambangan timah.

Batu satam bisa dibeli di sejumlah toko emas di Tanjung Pandan dengan harga sekitar Rp 75 ribu(red : Harga ini pada April 2007 dan saat ini telah melonjak tajam karena sangat langka) untuk batu seukuran kuku ibu jari. Selain untuk perhiasan, batu ini diyakini “berkhasiat” sebagai obat dan mampu menjaga pemakainya dari hal-hal gaib.

TARING IKAN DUYUNG



Taring Ikan Duyung

Koleksi yang sangat langka, silahkan Googling di Internet, pilih kata "Taring Ikan Duyung", Anda akan dikejutkan dengan harga yang sangat fantastis.
Kebanyakan Taring Ikan Duyung ini berasal dari Indonesia bagian Timur, tetapi yang ini terdapat di Pulau Belitong.
Panjang Taring ini kurang lebih 22 centimeter, sangat mengkilap karena terawat dengan baik. Peninggalan Kakek Nenek Buyut di Belitong, kurang begitu tahu, apakah Taring ini didapatkan dari hasil berburu di Laut atau dari Bangkai Ikan Duyung, tetapi sekarang Ikan jenis ini sangat jarang ditemukan.
Dahulu kala, Ikan Duyung banyak terdapat di perairan Kepulauan Belitong, karena makin banyak nya aktivitas Kapal yang menimbulkan suara yang berisik, Ikan Duyung ini memilih tempat yang lebih aman di dalam laut sana.

NB. Penasaran dengan taring duyung ini, atau ada yang ingin ditanyakan silahkan komen. Terimakasih



Akar Bahar dari BELITONG. "The Best Quality".

Manfaat dari akar bahar:

1. Akar bahar menyerap vitamin, ion-ion dan unsur hara yang ada di dasar laut sehingga efektif untuk kesehatan. Akar bahar yang dapat membunuh racun dan menetralisir zat kimia di dalam tubuh.

2. Menyembuhkan sakit tenggorokan. Rebus akar bahar. Setelah direbus, airnya diminum.

3. Dapat menyembuhkan penyakit reumatik dan melancarkan peredaran darah sebab akar bahar mengandung suatu zat yang disebut radium.

4. Jika memakai gelang tersebut dapat menolak guna-guna jahat. Dalam mencari nafkah hidup sehari-hari lebih ulet, tahan uji dan kuat menahan godaan.

5. Sebagai perhiasan.

Manfaat akar bahar diatas saya ambil dari berbagai info di Internet, tetapi Akar Bahar bagi saya adalah Tanaman bawah laut yang jika diolah akan menjadi karya yang uniq. Tanaman ini ternyata adalah salah satu Terumbu Karang.


ini adalah contoh Akar Bahar yang dibuat Cincin hasil karya teman yang sangat kreatif, lihat dari kualitas buatan nya sangat halus, berbeda dengan akar bahar ditempat lain.

Gelang Kulit Penyu

Gelang ini kukasih untuk assesoris sang kekasih :-), Gelang ini kudapatkan dari teman yang  mempunyai kreativitas tinggi untuk membuat hasil karya yang unik, selain Gelang ada juga dalam bentuk Cincin. Permukaan Gelang yang halus dan buatan yang sabar dan tekun, menghasilkan karya yang patut di beri pujian berbeda dengan Gelang/Cincin yang kulihat di Internet.

Kekayaan laut Belitong pulauku ini, sangat membanggakan, walaupun terkesan cantik dan sangat menarik, Gelang atau Cincin terbuat dari Kulit Penyu ini sangat langka karena Penyu merupakan hewan yang dilindungi. Tetapi Gelang yang kudapatkan ini berasal dari Penyu yang sudah mati dan terapung di laut karena terkena Jala/Pukat Nelayan.

Untuk penamaan hewan ini sendiri, masyarakat Belitong menyebutnya Sisik ( Penyu yang berukuran sangat Besar) yang terdapat di sekeliling pulau-pulau kecil yang mengelilingi Pulau Belitong. Dan telurnya diperdagangkan oleh warga, untuk Penyu biasanya telurnya agak besar sedangkan Sisik agak kecil menyerupai bola pingpong/tenis meja.

Labi-Labi sejenis Kura-Kura yang berhidung Mancung

Labi-Labi
 
Di pulauku Belitung, Hewan jenis ini banyak ditemukan, biasa hidup di Danau (Kulong) bekas penambangan Timah. Tidak jarang banyak masyarakat setempat yang berburu hewan ini terutama warga Tionghoa.
Berdasarkan tangerangonline.com, hewan ini termasuk hewan langka berharga mahal,satu ekor yang berukuran 10 cm dihargai 1,5 juta dan hampir diselundupkan sebanyak 6 koli jika ditotal semuanya bernilai 5,2 Milliar. Wuah harga yang fantastis.

Hewan bermoncong babi ini melengkapi kekayaan alam Pulauku tercinta This is My Belitung Island

Discussion of Billitonites