Perokok Diperkirakan Habis pada 2050


img
foto: Thinkstock
Pembatasan rokok di berbagai negara sukses memangkas jumlah perokok dalam beberapa dekade terakhir. Jika tren ini berlanjut, diperkirakan rokok akan benar-benar lenyap dari muka bumi dalam waktu kurang dari setengah abad mendatang.

Prediksi ini disampaikan para peneliti dari Citigroups, perusahaan keuangan internasional yang bermarkas di New York. Para peneliti berhasil memetakan penurunan jumlah perokok yang cukup drastis di negara-negara maju, khususnya Inggris.


Pada tahun 1960-an, jumlah perokok di negara tersebut masih mencapau 53 persen atau lebih dari setengah populasi penduduk. Namun sejak larangan merokok di tempat umum diberlakukan tahun 2007, jumlah perokok tinggal tersisa 21 persen pada tahun 2008.

Selain itu, penjualan saham perusahaan rokok ternama di dunia seperti Imperial Tobacco, British American Tobacco dan Philip Morris International dilaporkan terus mengalami penurunan. Citigroup sendiri telah menurunkan peringkat saham-saham tersebut dalam daftar rekomendasinya.

"Persentase perokok berkurang drastis di negara maju dan kondisinya kurang lebih sama saja di pasar yang lain. Jika tren berlanjut, banyak pasar penting produk tembakau di seluruh dunia akan benar-benar bebas rokok," ungkap para analis seperti dikutip dari Telegraph, Senin (10/1/2011).

Para analis menilai jumlah perokok di seluruh dunia terus menurun secara konsisten sejak tahun 1960-an karena makin banyak orang mengkhawatirkan kesehatannya. Seperti diketahui, asap rokok mengandung ratusan jenis racun yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan termasuk kanker dan gangguan reproduksi.

Berkurangnya populasi perokok secara drastis sekaligus menandakan hasil positif atas berbagai kampanye pembatasan rokok. Di antaranya melalui larangan merokok di tempat umum serta peningkatan harga dan cukai rokok di sejumlah negara termasuk Kanada.

Menariknya, rencana Inggris untuk menjual rokok dengan kemasan polos dinilai tidak akan telalu memberikan dampak dalam mengurangi minat generasi muda untuk perokok. Tanpa ada kesadaran tentang risiko kesehatan, remaja tetap akan membelinya sebab obat-obat terlarang juga dijual secara ilegal tanpa kemasan.


(up/ir)

Related posts :



0 comments:

Post a Comment